Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Wednesday, October 16, 2019

Orang tua Harus Waspada Gangguan Mental pada Anak Berikut ini Kenali Gejalanya

Mengidentifikasi gangguan mental pada anak adalah hal yang sulit dilakukan. Anak-anak memiliki perbedaan yang besar dibandingkan dengan orang dewasa, karena mereka akan mengalami perubahan fisik, mental, dan emosional selama tumbuh kembangnya. Anak-anak juga biasanya belajar beradaptasi, serta mengatasi masalah dengan orang lain di sekitarnya.

Setiap anak juga beranjak dewasa pada waktunya sendiri, dan apa yang dianggap "normal" pada anak-anak masuk dalam batasan yang luas dari perilaku dan kemampuan mereka.


Oleh karena itu, diagnosis apa pun mengenai gangguan mental harus mempertimbangkan seberapa baik anak berfungsi di rumah, dalam keluarga, di sekolah, dan dengan teman-teman sebayanya, serta juga mempertimbangkan usia dan gejala anak.

Jenis Gangguan Mental pada Anak

Ada beberapa tipe berbeda dari gangguan mental yang dapat memengaruhi anak dan remaja, di antaranya adalah:

1. Gangguan Kecemasan

Salah satu jenis gangguan mental pada anak adalah gangguan kecemasan. Anak-anak dengan gangguan kecemasan akan merespons hal atau situasi tertentu dengan ketakutan, juga menunjukkan tanda-tanda fisik dari kecemasan, seperti detak jantung cepat dan berkeringat.

2. Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD)

Anak-anak dengan ADHD umumnya memiliki masalah dalam berkonsentrasi atau memerhatikan sesuatu, tidak bisa mengikuti arahan, dan mudah bosan atau frustrasi dengan tugas-tugas yang diberikan. Mereka juga cenderung untuk selalu bergerak dan impulsif (tidak berpikir sebelum bertindak).

3. Gangguan Perilaku Disruptif

Anak dengan gangguan mental ini memiliki kecenderungan untuk melanggar aturan dan seringkali disruptif (mengganggu atau mengacaukan) dalam lingkungan yang terstruktur, seperti sekolah.

4. Gangguan Perkembangan Pervasif

Anak-anak dengan gangguan ini mengalami kebingungan dalam pikiran mereka dan umumnya memiliki masalah untuk memahami dunia di sekeliling mereka.

5. Gangguan Makan

Jenis gangguan mental pada anak ini melibatkan emosi dan sikap yang intens. Perilakunya tidak biasa saat berhubungan dengan kegiatan makan. Anak dengan gangguan makan juga cenderung memiliki masalah berat badan.

6. Gangguan Eliminasi

Gangguan eliminasi merupakan gangguan yang memengaruhi perilaku anak-anak dalam hal penggunaan kamar mandi. Enuresis, atau mengompol, merupakan salah satu gangguan eliminasi yang paling umum.

7. Gangguan Belajar dan Komunikasi

Anak-anak dengan gangguan belajar dan komunikasi memiliki masalah dalam menyimpan dan memproses informasi, serta memiliki masalah dalam menyampaikan pikiran dan ide mereka.

8. Gangguan Afektif (Mood)

Gangguan afektif melibatkan perasaan sedih dan/atau perubahan mood secara cepat yang terus menerus terjadi, termasuk juga depresi dan gangguan bipolar.

Diagnosis terbaru mengenai gangguan ini disebut sebagai gangguan disregulasi mood disruptif, sebuah kondisi masa kecil dan remaja yang melibatkan perasaan mudah marah yang terjadi terus-menerus atau kronis, serta seringkali menimbulkan ledakan kemarahan.

9. Skizofrenia

Gangguan skizofrenia melibatkan pikiran dan persepsi yang terdistorsi. Anak-anak yang mengalami skizofrenia tidak bisa membedakan sesuatu yang nyata atau tidak. Kemunculan gejala skizofrenia sebelum usia 12 tahun sangat langka.

10. Gangguan Tic

Gangguan Tic menyebabkan seseorang melakukan suatu gerakan atau suara secara tiba-tiba, berulang, tidak disengaja, dan seringkali tanpa tujuan.

Gejala Gangguan Mental pada Anak

Gejala gangguan mental pada anak bentuknya berbeda-beda, tergantung pada jenis gangguan mental yang dialami. Namun, beberapa gejala yang umumnya terjadi, antara lain:

  • Ketidakmampuan untuk menghadapi masalah dalam kegiatan sehari-hari
  • Perubahaan kebiasaan tidur atau makan
  • Adanya keluhan penyakit fisik yang berlebihan
  • Menentang peraturan, bolos sekolah, mencuri, atau merusak barang
  • Memiliki ketakutan yang kuat untuk menambah berat badan
  • Pemikiran negatif jangka panjang
  • Ledakan amarah yang sering terjadi tanpa sebab
  • Penurunan prestasi di sekolah seperti menurunnya nilai
  • Kehilangan minat untuk bermain dengan teman-temannya atau kegiatan yang biasa dilakukan
  • Lebih sering menghabiskan waktu sendiri
  • Cemas yang berlebihan
  • Hiperaktif
  • Mimpi buruk terus-menerus
  • Perilaku yang agresif dan sulit diatur
  • Berhalusinasi

Hingga saat ini, belum ada penyebab gangguan mental pada anak yang pasti. Namun, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa adanya kombinasi antara faktor biologis, keturunan, trauma, dan stres bisa menjadi penyebabnya.

Sunday, October 13, 2019

Kelihatannya Sepele, Tapi Pisang Mentah Rebus Bisa Jauhkan Kamu Dari Diabetes

Orang mengonsumsi pisang biasanya pisang yang sudah matang. Memang selain manis, banyak manfaat dalam pisang yang sudah matang. Namun jangan salah, pisang yang masih hijau atau mentah, juga punya khasiat tersendiri.

Pisang yang masih mentah sangat efektif untuk mengurangi diabetes tipe 2. Namun tak seperti pisang yang sudah matang, yang bisa langsung disantap, pisang yang masih mentah harus direbus dulu.


Pisang yang masih mentah sangat rendah gula, sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes tipe 2.

Tak hanya itu, pisang mentah penuh dengan serat, sehingga membantu mengisi perut dan memberikan rasa kenyang cukup lama, sehingga makan lebih sedikit.

Dengan demikian, makan pisang mentah akan mengurangi rasa lapar dan menurunkan berat badan secara alami.

Pisang mentah juga kaya kalium, sehingga membantu dalam berfungsinya saraf, pemurnian darah dan gerakan otot. Pisang mentah adalah salah satu pilihan terbaik untuk mendapatkan kalium dalam tubuh Anda. Pisang hijau rebus akan memberikan 531 mg kalium..

Sumber:koranmuria.com

Tuesday, October 1, 2019

Ibu Ibu Harus Tau Tips Bersalin Normal Tanpa Robek, Tanpa Jahit, Tanpa Luka berikut ini

Seringkali saat membesuk orang habis lahiran, yang diceritakan adalah pengalaman pas melahirkan termasuk luka jahitan setelah melahirkan normal. Dengarnya saja sudah ngilu ya.

Pasti terpikir, apakah jahit area kemaluan setelah melahirkan itu menyakitkan? Bagaimana agar v49in4 tidak robek saat melahirkan normal?


Jika saat ini kamu sedang hamil, pe ting juga mengetahui informasi dan tips melahirkan normal tanpa jahitan berikut ini dari Kami ya, Ma.

Saat melahirkan normal, area perineum atau dinding yang berada di antara v49in4 dan anus mampu meregang ketika bayi keluar. Meski demikian, masih ada kemungkinan perineum robek.

Tidak semua perineum yang robek saat melahirkan membutuhkan jahitan untuk pemulihan, mutlak diperlukan yang termasuk derajat 3 dan 4, tapi ini sangat jarang terjadi. Sedangkan derajat 2 biasanya perlu jahitan, bila tidak dijahit penyembuhan butuh waktu lebih lama.

Kada ibu yang baru melahirkan senang bila ia tidak ditangani dengan diberi jahitan untuk pemulihan karena tidak perlu merasakan pilu saat ditusuk jarum jahit.

Selain itu, tindakan menggunting perineum oleh dokter, yaitu episiotomi, juga umumnya perlu jahitan untuk menutupnya.

Daripada sakit dan perlu perawatan ekstra, lebih baik kamu mengetahui cara mencegah agar robek tidak meluas jadi tidak perlu dijahit saat melahirkan.

Berikut Kami bagikan tips melahirkan normal tanpa dijahit:

1. Memerhatikan posisi saat melahirkan

Posisi saat melahirkan sangat menentukan semuanya, termasuk kecepatan proses persalinan, durasi kontraksi, atau luka karena robekan di kemaluan.

Posisi yang berbeda saat melahirkan dapat menghasilkan tekanan yang berbeda pada perineum.

Beberapa gerakan yang bisa kamu lakukan antara lain berbaring dengan posisi miring, duduk, atau berlutut dengan menaruh dua tangan ke arah depan di antara kedua paha.

2. Menerapkan pola hidup sehat selama hamil

Ada 4 hal paling penting yang bisa memengaruhi kelancaran saat persalinan. Ini perlu diperhatikan agar bisa melahirkan normal tanpa jahitan.

  • Dengan mengatur pola makan sehat dan vitamin yang cukup sesuai kebutuhan ibu hamil, maka kulit dan jaringan tubuh lain akan berfungsi secara optimal. 
  • Lengkapi dengan olahraga untuk ibu hamil dan senam kegel untuk membangun tubuh yang kuat. 
  • Lakukan relaksasi demi mengurangi stres selama hamil.
  • Lakukan pijat perineum dua kali dalam seminggu.
  • Gerakan memijat pada jaringan di sekitar v49in4 akan membuatnya lebih fleksibel, sehingga dapat memperbesar kemungkinan melahirkan normal tanpa jahitan. Pijat perineum dapat dimulai sejak kehamilan berusia 34 minggu. 

3.Menjaga perineum tetap hangat

Kondisi hangat akan membuat aliran darah meningkatkan dan melemaskan otot sekitar perineum.

Tempatkan handuk atau kain hangat di sekitarnya. Lakukan saat proses persalinan.

Jika memungkinkan, mintalah seseorang untuk menekan bagian perineum dengan handuk hangat untuk menjaganya tidak robek ketika kepala bayi mendorong keluar.

Meski jarang dilakukan, tapi sebenarnya cara ini cukup efektif.

4.  Gunakan kompres air hangat

Saat bayi Anda sudah turun ke dasar panggul dan akan segera keluar, kompres air hangat mungkin membantu mengurangi kemungkinan v49in4 robek. Kehangatan dapat meningkatkan aliran darah ke daerah perineum dan membantu mengendurkan otot v49in4 Anda. Hal ini membantu Anda dalam mengurangi rasa sakit.

5. Mengatur pernapasan saat melahirkan

Umumnya, dokter atau perawat akan memberitahu kapan kamu harus mengejan. Biasanya itu dilakukan saat kontraksi datang.

Bila kontraksi sudah datang mengejanlah sekuat tenaga dengan cara yang benar. Saat kontraksi hilang, minta bantuan suster untuk mengusap pusar kamu dan kontraksi akan kembali datang.

Ketika kepala bayi sudah mulai tampak, maka calon mama akan diminta berhenti mengejan dan mengambil beberapa napas pendek yang dikeluarkan melalui mulut.

Hal ini akan membuat kepala bayi keluar dengan lembut dan perlahan, sehingga otot dan kulit perineum dapat meregang secara alami tanpa robek.

Lakukan sesuai saran dokter atau bidan yang bertugas, ini adalah cara agar melahirkan normal tanpa jahitan. Jangan sungkan untuk berkonsultasi ke dokter kandungan mama ya.




Sunday, August 11, 2019

Salah Cara Makan Daging Kambing bisa Meningkatkan Kolesterol loh! Begini nih Cara Aman makan daging agar tetap Sehat

Meskipun memiliki manfaat yang tinggi, kita tetap harus mengonsumsi daging dengan bijak. Jangan sampai kita malah jatuh sakit setelah lebaran karena pola makan yang salah. Berikut ini beberapa cara mensiasati hidangan serba daging saat merayakan hari kemenangan Idul Adha:

1. Sebaiknya masak daging dengan cara direbus atau dikukus

Cara mengolah daging juga mempengaruhi kandungan daging. Demi kesehatan, sebaiknya hindari mengolah daging dengan cara digoreng. Makanan yang digoreng bisa menambah kandungan kolesterol pada daging. Jika ingin menggoreng atau menumis, gunakan minyak yang sehat, seperti minyak zaitun, minyak kanola, hingga minyak kedelai. Minyak sehat ini mengandung lemak tidak jenuh yang bisa menjaga kesehatan tubuh dari kolesterol. Selain itu, pilih potongan daging tanpa lemak dengan terlebih dahulu dipisahkan bagian lemak yang menempel di sekeliling daging agar terhindar dari risiko kolesterol. Sebisa munkin hindari menambahkan santan agar kandungan kolesterol di dalamnya tidak bertambah.


2. Mengendalikan porsi makan

Terlalu banyak mengonsumsi daging bisa berakibat fatal bagi kesehatan karena daging mengandung lemak jenuh yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker usus. Berdasarkan pendapat para ahli dari Health Harvard Education, batas aman mengonsumsi daging merah per hari adalah 50 sampai 100 gram. Penderita penyakit tertentu seperti diabetes, koleterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung harus membatasi asupan daging kambing agar tidak memicu kambuhnya penyakit yang diderita.

3. Imbangi hidangan daging dengan mengonsumsi sayuran

Daging merah jangan menjadi satu-satunya bintang utama di piringmu. Sebaiknya tambah sayur-sayuran segar saat mengonsumsi daging. Berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, sebaiknya terapkan porsi makan dalam satu piring yakni ¼ bagian untuk karbohidrat, ¼ bagian untuk protein dan setengahnya untuk sayuran dan buah-buahan. Sayur-sayuran dan buah-buahan menjadi sumber serat pada tubuh kita yang akan membantu untuk mengikat kolesterol.

4. Imbangi dengan mengonsumsi multivitamin

Selain mengimbangi dengan banyak mengonsumsi sayur dan buah, konsumsilah vitamin dan mineral untuk mengurangi efek samping dari konsumsi daging secara berlebihan. Beberapa vitamin dan mineral bisa membantu tubuh untuk mencerna daging dan mengubahnya menjadi sumber energi yang baik untuk aktivitas sehari-hari, seperti iodium dan B kompleks.

5. Sebaiknya menghindari makan daging setelah jam 7 malam 

Sistem pencernaan secara alamiah akan beristirahat pada dini hari. Makan terlalu malam akan membuat daging disimpan sebagai lemak, bukan sebagai energi untuk beraktivitas. Sebaiknya, makan malam dilakukan 3 jam sebelum tidur untuk memberikan kesempatan bagi lambung dan usus untuk mencerna makanan dengan lebih baik.

Saturday, August 10, 2019

Cegah Kanker "Bersarang" di Tubuh anda Dengan Rajin Konsumsi 5 Jenis Makanan berikut

Hubungan antara makanan dan penyakit kanker telah lama menjadi subjek penelitian sebagai upaya untuk mengintervensi pola diet banyak orang. Beberapa penelitian bahkan sempat memaparkan tentang senyawa yang dibutuhkan tubuh untuk mencegah tumbuhnya sel-sel kanker.

Lalu, apa saja jenis makanan yang ampuh untuk mencegah kanker? Berikut ulasan lengkapya, sebagaimana dilansir Okezone dari The Daily Meal, Selasa, 11 September 2018.


Ikan teri

Banyak yang tidak mengetahui bahwa manfaat kesehatan ikan ini sangat signifikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi ikan berlemak dapat menurunkan risiko untuk jenis kanker tertentu. Selain kaya akan sodium, teri juga mengandung vitamin D yang cenderung lebih banyak jika dibandingkan beberapa sumper protein tanpa lemak lainnya. Vitamin sangat penting karena terbukti membantu mencegah kanker.

Apel

Tahukah Anda bahwa buah apel memiliki lebih banyak gen daripada tubuh manusia. Khasiatnya tidak usah ditanya lagi, selain menyehatkan tubuh, apel juga dapat mencegah timbulnya sel-sel penyebab kanker. Jadi jangan heran jika ada istilah "satu apel sehari bisa menjauhkan Anda dari dokter,". Lalu bagaimana cara terbaik untuk mengonsumsi buah tersebut? Anda bisa mencelupkan potongan apel ke dalam selai kacang untuk camilan menjelang makan siang atau malam.

Alpukat

Terlepas dari teknik apa yang akan Anda gunakan untuk mengolah alpukat, sebaiknya masukkan alpukat pada daftar menu diet sehari-hari. Pasalnya, buah ini dipercaya ampuh membantu mencegah berbagai jenis kanker, seperti kanker limfoma.

Bit

Menurut laporan American Institute for Cancer Research, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa sayut bit dapat menghambat pembentukan karsinogen, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Agar rasanya lebih nikmat, Anda bisa memanggang bit atau menggunakan sebagai bahan campuran sup.

Blueberi

Buah ini dikenal sebagai salah satu jeni superfood yang memiliki segudang manfaat kesehatan. Selain karena kandungan seratnya yang tinggi, senyawa anthocyanins yang membuat warna bluberies terlihat buru sebetulnya adalah antioksidan yang dapat mencegah kanker

Wednesday, July 31, 2019

Hati-hati! 4 Kebiasaan Saat Mengolah Makanan Ini Bikin Kamu Keracunan! Nomor 2, 90% Orang Gak Tahu!

Seberapa yakin kamu bahwa kamu telah mengolah makanan di dapur dengan baik? Jika kamu masih ragu, lebih baik simak dulu artikel berikut ini karena menurut penelitian kasus keracunan yang terjadi disebabkan oleh kecerobohan memilih dan mengolah bahan makanan dari di dapur kamu.

"Riset membuktikan ternyata orang tidak terlalu berhati-hati dalam mengolah makanan seperti yang seharusnya," kata Janet B Anderson, RD, profesor klinik bidang nutrisi dan ilmu makanan di Utah University.


"Banyak orang percaya, bahwa mereka sudah melakukan prosedur yang benar, padahal kenyataannya tidak," tambahnya. Beberapa kesalahan dalam mengolah makanan seperti di bawah ini yang justru membuat kamu keracunan dan menghilangkan nutrisi yang ada dalam makanan.

#1 Meninggalkan sisa makanan di atas kompor menyala

Kamu bermaksud untuk menjaga makanan agar tetap hangat tapi ternyata cara ini akan merusak makanan. Banyak orang berpikir menghangatkan makanan dapat mengurangi racun justru memberi hasil sebaliknya. Beberapa racun malah terbentuk karena makanan dihangatkan.

Cara yang benar adalah simpan sisa makanan di dalam kulkas kemudian hangatkan ketika jam makan hampir tiba. Tempatkan sisa makanan yang masih hangat dalam wadah kecil dan tidak terlalu tinggi supaya makanan lebih cepat dingin. Namun jangan penuhi kulkas dengan wadah makanan sebab kulkas yang penuh tidak dapat mengeluarkan udara dingin dengan efisien.

#2 Hanya mencuci buah yang kulitnya bisa dimakan

Padahal, buah yang kulit dan bijinya tidak bisa dimakan, seperti pisang dan melon misalnya, sama berbahayanya. Bakteri bisa berpindah dari kulit luar ke daging buah, melalui pisau. Kesimpulannya, semua jenis buah-buahan harus dicuci. Lebih baik lagi jika kulit tomat, stroberi, dan paprika, dikupas setelah dicuci.

#3 Langsung mencuci sayuran sepulang dari pasar

Agar bahan makanan terjaga kebersihannya sebelum masuk kulkas, kamu berpikir untuk mencucinya lalu disimpan dalam kulkas. Cara ini sepenuhnya salah karena justru dapat menyebabkan tumbuhnya jamur dan mikroba.

Menurut Linda J Harris, PhD, direktur riset keamanan makanan Western Institute, University of California, penyebabnya adalah kelembaban yang tertinggal dari air cucian. Oleh karena itu, sebaiknya bersihkan sayur tepat sebelum kita mengolahnya.

Untuk sayuran seperti selada atau kubis, kamu dapat membuang daun bagian luarnya karena kemungkinan besar terjadi kontaminasi sangat besar.

#4 Memanggang daging hingga berwarna merahnya hilang

Menurut penelitian di Kansas University, penglihatan kita tidak dapat mengukur matang atau tidaknya daging sepotong daging. Daging yang sudah dibekukan akan lebih cepat berubah warna menjadi coklat meski sebenarnya belum benar-benar matang.

Tapi sebaliknya yang terjadi pada daging cincang segar bisa berwarna merah muda saat mencapai tingkat kematangan yang sempurna. Satu-satunya cara untuk mengetahui matang atau tidaknya adalah menggunakan termometer daging, jika suhunya sudah 71 derajat Celcius atau lebih saat dimasak dikatakan daging sudah matang.

Thursday, July 18, 2019

Masih muda kok udah ubanan?? Ternyata Ini Alasan Uban Sering Muncul Meski Usia Masih Muda!

Pernahkah kamu bertemu dengan seorang teman atau kenalan yang umurnya masih muda namun sudah nampak uban pada rambutnya!

Rambut berwarna putih karena sel berhenti memproduksi pigmen warna. Hidrogen peroksida alami pun bisa terbentuk di rambut seperti zat pada krim bleaching.

Biasanya, rambut putih mulai tumbuh pada pertengahan usia 30-an untuk orang kulit putih. Sedangkan orang Asia di usia akhir 30-an dan orang Afrika serta Amerika di pertengahan usia 40-an. Namun uban bisa saja muncul sebelum waktunya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rambut beruban sebelum usianya.


1. Genetik

Berdasar laporan di Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology uban yang muncul di usia muda kebanyakan disebabkan oleh kondisi genetik. Jadi jika memiliki keluarga yang beruban meski belum berusia akhir 30-an, maka Anda kemungkinan juga akan mengalaminya.

Ras dan etnis pun memainkan peran. Beda ras, beda pula usia memutihnya rambut secara prematur. Orang kulit putih disebut memiliki uban terlalu dini di usia awal 20-an, orang Asia di usia 25 dan untuk orang Afrika dan Amerika mulai usia 30 tahun.

2. Stres

Stres ternyata berpengaruh pada timbulnya uban. Sebuah studi dari New York University menemukan sel yang bertanggung jawab pada warna rambut bisa habis saat tubuh dalam kondisi stres.

Sedangkan studi lain menyebut hal berbeda. Stres memang memainkan peran, tetapi ini hanya bagian kecil dari kondisi kesehatan yang sesungguhnya.

3. Mengidap penyakit tertentu

Rambut beruban secara prematur bisa disebabkan penyakit. Saat mengalami gangguan kelenjar tiroid, rambut bisa beruban. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur metabolisme, detak jantung, siklus menstruasi, serta proses lain dalam tubuh termasuk produksi pigmen rambut. Tak heran ini pun bisa membuat rambut beruban.

Orang yang mengalami gangguan autoimun juga menimbulkan efek serupa. Tak hanya rambut, autoimun juga menyebabkan warna kulit tidak rata atau disebut vitiligo.

4. Kebiasaan merokok

Studi pada 2013 yang dipublikasi di Italian Dermatology Online Journal menunjukkan perokok 2,5 kali lebih berisiko beruban sebelum usia 30-an dibanding nonperokok. Studi pada 2015 pun menunjukkan hal yang sama.

5. Bahan kimia pada produk rambut

Produk perawatan rambut seperti sampo, kondisioner dan cat rambut berkontribusi pada rambut beruban prematur. Produk mengandung bahan yang cukup 'keras' sehingga mengikis melanin rambut.

Komponen hidrogen peroksida pada cat rambut adalah salah satu zat kimia yang bisa merusak rambut. Penggunaan berlebih bisa membuat rambut cepat beruban.

6. Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi penting berperan dalam kemunculan uban. Contohnya kekurangan vitamin B12 bisa mendorong kerontokan rambut dan uban.

Radikal bebas bisa menimbulkan proses oksidatif yang merusak sel. Perlu asupan makanan yang mengandung antioksidan sehingga bisa melawan radikal bebas.